Pentingnya Media Informasi Karir Online untuk siswa SMA


Perubahan informasi karir berkembang super cepat seiring dengan tuntutan revolusi industri 4.0. Informasi karir merupakan kebutuhan yang sangat penting dan menimbulkan masalah apabila tidak terpenuhi bagi siswa SMA. Diungkapkan oleh Leksana, Wibowo, & Tadjri (2013) bahwa permasalahan karir pada remaja biasanya berkaitan dengan pemilihan jenis pendidikan, yang mengarah pada pemilihan jenis pekerjaan di masa depan, perencanaan karir, dan pengambilan keputusan tentang karir untuk masa depan, serta informasi tentang pekerjaan yang ada dengan persyaratan yang harus dimiliki.
Sumber utama kebutuhan tersebut adalah informasi dibidang karir bagi siswa SMA, melanjutkan kuliah atau langsung kerja merupakan pilihan bagi mereka setelah lulus SMA. Kenyataan saat ini walaupun sudah tersedia sumber informasi karir dari perguruan tinggi, kedinasan maupun lembaga kursus diperpustakaan atau di ruang BK berupa buku panduan,brosur, pamflet atau poster belum dimanfaatkan secara maksimal. Kadang siswa memilih suatu jurusan atau program studi tanpa pertimbangan yang matang atau hanya mengikuti teman, tanpa melihat dan mempertimbangkan karakteristik, bakat serta kemampuan yang dimilikinya. Padahal memilih jurusan atau program studi yang cocok sesuai bakat dan kemampuan serta kepribadiannya adalah hal yang sangat penting dan akan mempengaruhi perkembangan karir seseorang. Apabila salah memilih perguruan tinggi yang tidak sesuai, alhasil pada saat kuliah akan salah jurusan sehingga akan terhambat karirnya kedepan.
Sukardi (2008) layanan informasi adalah layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik dan pihak- pihak lain yang dapat memberikan pengaruh yang besar kepada peserta didik (terutama orang tua) dalam menerima dan memahami informasi (seperti informasi pendidikan dan informasi jabatan) yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan sehari-hari sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat.
Model layanan bimbingan konseling yang didengungkan diera revolusi industri 4.0 salah satunya dengan pemanfaatan dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi ICT oleh guru BK dari metode layanan konvensional berubah menjadi layanan kolaborasi digital interaktif. Mengapa dikatakan layanan informasi masih dikatakan konvensional? Karena penyebaran promosi dan informasi perguruan tinggi masih menggunakan media berupa poster, pamflet dan brosur dan secara klasikal dikelas. Disekolah pemanfaatan media menggunakan poster dan pamflet hanya dipajang dipapan informasi, padahal siswa kurang minat membaca. Masalah lain penempelan brosur atau poster yang sembarangan akan menimbulkan masalah, seperti papan informasi jadi kotor karena bekas lem dari poster/pamflet. Brosur yang disebarkan sebagai ajang promosi perguruan tinggi, akademi atau pelatihan kursus keahilan yang tidak dibaca hanya dibuang, bahkan disekolah ditumpuk begitu saja sampai bertahun-tahun. Keengganan siswa membaca poster, pamflet dan brosur disebabkan mereka lebih tertarik melalui media yang berbasis web atau aplikasi yang diintergrasikan melalui internet dengan media android di smartphone. Meskipun dampak teknologi informasi sudah sedemikian besar pengaruhnya pada pendidikan, ternyata fakta lain yang terjadi dilapangan guru BK masih belum optimal dalam penggunaan teknologi infomasi dan komunikasi, padahal penguasaan ICT oleh guru BK akan sangat menunjang keberhasilan dalam pemberian layanan informasi karir.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan adanya jaringan internet memberikan kemudahan dan keleluasaan dalam menggali ilmu pengetahuan. Dartias (2010) mengungkapkan media elektronik memiliki beberapa karakteristik, yaitu cepat dalam menyampaikan informasi, dapat menjangkau khalayak yang lebih luas, dan lebih menarik karena dikemas dengan memadukan audio dan visual. Melalui media elektronik ini akses akan informasi bisa di dapatkan masyarakat lebih cepat. Lembaga riset pasar e-Marketer, populasi pengguna internet di Indonesia  mencapai 83,7 juta orang pada 2014. Pada tahun 2017, e-Marketer memperkirakan netter Indonesia bakal mencapai 112 juta orang, mengalahkan Jepang di peringkat ke-5 yang pertumbuhan jumlah pengguna internetnya lebih lamban.
Melalui koneksi internet yang diintergrasikan dalam aplikasi browser di komputer dan smartphone, terjadi proses interaksi siswa dan guru BK sehingga dapat mengakses informasi karir, dan referensi pilihan karir secara luas. Media online interaktif menampilkan berbagai informasi lengkap, menarik, kreatif dan inovatif. Berpadunya teknologi digital dengan koneksi internet, maka akan memberikan solusi mudah, cepat dan murah untuk penyebaran informasi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Guru BK profesional dituntut menguasai media online digital dalam percepatan revolusi industri 4.0 ini agar tidak ketinggalan. Bentuk layanan informasi karir dapat dilakukan dengan eksplorasi di internet, melalui berbagai situs pendidikan di website perguruan tinggi, sekolah tinggi kedinasan, atau lembaga kursus baik dalam negeri maupun luar negeri, pertama guru BK dapat mengenalkan beberapa universitas negeri atau swasta. Informasi tentang fakultas, program studi dan biaya diinformasikan dengan lengkap tanpa kita harus datang langsung ke lokasi yang mungkin jauh dan memakan biaya yang banyak.
Kedua, setelah mengenalkan perguruan tinggi yang diminati kemudian guru BK membimbing persiapan untuk proses seleksi masuk perguruan tinggi, dalam hal ini khususnya perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN/SBMPTN/ujian mandiri yang semuanya dilakukan secara online melalui portal website yang telah disediakan. Demikian juga perguruan tinggi swasta melakukan pendaftaran dan validasi dengan melengkapi persyaratan berkas-berkas yang dikirim berupa softfile yang di unggah secara online.
Ketiga, pengenalan berbagai macam karir profesional melalui informasi karir melalui web diinternet. Guru BK memandu siswa mencari informasi pekerjaan, tips wawancara, membuat CV melalui mesin pencari google, yahoo, dan youtube. Bimbingan secara secara interaktif perlu dilakukan oleh guru BK dalam pemanfaatan media online, apabila siswa membutuhkan konsultasi dalam informasi karir guru BK harus sigap memberikan layanan konsultasi baik secara face to face ataupun melalui email,whatsapp,line, atau media komunikasi digital lainnya.
Diharapkan melalui pemanfaatan ICT kemampuan siswa dalam memperkaya sumber-sumber informasi karir dari berbagai media digital melalui jaringan online meningkat sehingga keputusan karir dapat dipilih secara tepat sesuai dengan bakat,minat dan kemampuannya. Oleh karena itu, marilah kita sebagai guru BK pembelajar dan profesional di era revolusi industri 4.0 dituntut berkolaborasi menggunakan ICT, selalu up to date, smart, kreatif dan inovatif menciptakan model layanan informasi karir baru yang lebih baik untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.  

Tidak ada komentar: