Pengenalan dunia cyber terutama
internet oleh guru BK saat ini masih minim. Hal tersebut terlihat bahwa
penguasaan dan penggunaan Information Comunication and Technology (ICT) oleh guru BK
juga belum dikuasai sepenuhnya pada saat memberikan layanan bimbingan dan
konseling. Era revolusi industri 4.0 ini pemanfaatan sumber-sumber
belajar yang diikuti dengan perkembangan teknologi dibidang pendidikan melalui platform
digital mobile dengan akses internet
berkembang sangat cepat. Kompetensi guru BK di bidang teknologi informasi (ICT) dituntut harus mampu mengejar ketertinggalan
dari negara tetangga
terdekat seperti Malaysia dan Singapura. Pembelajaran interaktif di Singapura
misalnya guru dan siswa sangat interaktif memanfaatkan ICT melalui media yang divisualiasasikan dikelas melalui
komputer dan diproyeksikan melalui LCD serta penggunaan gadget dalam pembelajaran.
Pendekatan
dengan metode layanan bimbingan secara klasika kovensionall seperti
metode ceramah akan mengakibatkan kebosanan bagi siswa akibatnya materi layanan tidak
akan bisa dipahami oleh siswa, sehingga tugas perkembangan remaja akan
mengalami hambatan terutama perkembangan pribadi,sosial, belajar dan karir. Mengingat
pentingnya ICT sebagai
salah satu bidang yang harus dikuasai guru BK, maka berbagi pendidikan pelatihan,
workshop, MGBK dan seminar mengenai peningkatan kompetensi guru BK inovatif
dan pengenalan ICT mulai gencar di adakan oleh
pemerintah untuk mengupgrade guru BK
agar semakin profesional dibidangnya. Memang pada kenyataanya masih banyak guru
BK yang gaptek(gagap teknologi) atau
belum menguasai tentang penggunaan komputer dan internet yang digunakan sebagai media untuk layanan bimbingan
dan konseling. Akan tetapi hambatan tersebut pasti ada solusi, asalkan
kita sebagai guru BK mempunyai gairah dan semangat untuk melakukan perubahan
yang lebih baik, demi anak didik kita dimasa yang akan datang..
Apabila guru BK sudah mampu menguasai ICT, maka nantinya
guru BK dapat mengembangkan serta berinovasi sendiri secara
lebih mendalam dan menyumbangkan pengetahuannya serta penemuan-penemuan model layanan
bimbingan berbasis ICT.
Penelitian tindakan kelas secara berkesinambungan telah didengung-dengungkan
dari hari ke hari bagi kalangan guru BK. Pertanyaanya apakah hasil penelitian
tindakan kelas tersebut hanya sebatas untuk syarat kenaikan pangkat
guru PNS atau mungkin untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi
saja?. Tentu saja tidak demikian bukan?. Hasil karya guru BK seharusnya bisa
dibagikan kepada teman-teman guru BK lain yang mungkin mengalami kesulitan yang
sama, dengan demikian guru BK lain dapat saling berbagi pengalaman, sharing dan
berdiskusi bersama untuk membicarakan suatu topik permasalahan atau hasil
penelitian yang dilakukan guru BK tersebut. Kesadaran akan pentingnya bertukar
pikiran antara guru BK sangatlah penting karena mengingat saat ini banyak
sekali hambatan yang kompleks sehingga memerlukan banyak pemikiran yang harus
disumbangkan oleh guru BK. Komunitas atau paguyuban guru BK MGBK tingkat
kota/Propinsi perlu dibangkitkan kembali,saling sinergi mengupdate informasi
terbaru untuk peningkatan kompetensi guru BK.
Koneksi
jaringan internet dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan komunikasi antara guru BK, tanpa
batas waktu dan tempat. Melalui media sosial Facebook,Twitter, Instagram dan
aplikasi mobile Whatsapp yang
terintegrasi melalui smartphone berbasis android, maka guru BK
dapat secara mudah berkomunikasi, berbagi pengalaman disekolah masing-masng, berdiskusi tentang suatu
penelitian tindakan secara terbuka. Abad 21 adalah jaman keterbukaan maka diharapkan ilmu dan
karya-karya yang dihasilkan oleh guru BK dapat terus dibagikan oleh
rekan-rekan guru BK yang lain lewat internet, sehingga akan memacu guru BK
sebagai pendidik konselor sekolah yang profesional, inovatif dan
berkembang mengikuti dinamika baru.
Mempelajari ICT tidaklah sulit karena saat ini tutorial pembelajaran bagi Guru
pembelajar sudah disediakan kemudahan-kemudahan dalam internet melalui Youtube, dan Google.
Hambatan bahasa pun tidak perlu khawatir misalnya apakah harus
menguasai bahasa Inggris yang mungkin alasan sebagai hambatan
terbesar? maka saat ini internet bisa diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Buku-buku panduan untuk mengoperasikan internet pun sudah tersedia di toko-toko
buku. Jadi kenapa kita sebagai guru BK harus bingung untuk mencoba dan berani
untuk memanfatkan media ICT dengan akses internet?. Sebagai guru BK pembelajar, mulai berkarya dengan memanfatkan ICT, tidak ada kata terlambat untuk mencoba dan maju terus
demi masa depan anak didik kita. Sukses selalu untuk guru BK Indonesia.